السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ
اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ
اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا
لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ
عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا
الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ
قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ
وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ
رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
سُبْحَانَ
الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ
الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ
السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي، رَأَيْتُ مُوسَى، وَإِذَا هُوَ رَجُلٌ ضَرْبٌ
رَجِلٌ، كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ، وَرَأَيْتُ عِيسَى، فَإِذَا
هُوَ رَجُلٌ رَبْعَةٌ أَحْمَرُ، كَأَنَّمَا خَرَجَ مِنْ دِيمَاسٍ، وَأَنَا
أَشْبَهُ وَلَدِ إِبْرَاهِيمَ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهِ،
ثُمَّ أُتِيتُ بِإِنَاءَيْنِ، فِي أَحَدِهِمَا لَبَنٌ، وَفِي الْآخَرِ
خَمْرٌ، فَقَالَ اشْرَبْ أَيَّهُمَا شِئْتَ، فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ
فَشَرِبْتُهُ، فَقِيلَ أَخَذْتَ الْفِطْرَةَ، أَمَا إِنَّكَ لَوْ أَخَذْتَ
الْخَمْر،َ غَوَتْ أُمَّتُكَ.
Yang kami hormati dan mudah-mudahan Allah muliakan Pimpinan Pesantren, Ustadz,
Ustadzh, Santri dan santriawati serta hadirin sekalian yang saya hormati.
Tiada yang lebih pantas untuk disampaikan, kecuali rasa syukur kita ke hadirat
Allah SWT atas kemurahan-Nya, hingga saat ini kita semua masih mendapatkan
nikmat iman dan Islam. Semoga kedua nikmat terbesar ini dapat kita raih hingga
akhir hayat kita. Amin, ya robbal alamin.
Shalawat dan salam semoga tetap atas Rasul
Muhammad SAW, manusia tersibuk yang tak pernah meninggalkan kebiasaan shalat berjamaah di masjid. Teriring
doa semoga kita selalu dapat meneladaninya. Amin.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Mukjizat yang paling agung kepada Nabi Muhammad
setelah Al-quran adalah peristiwa Isra dan Mi'raj, yang terjadi
tanggal 27 Rajab bertepatan dengan 19 bulan sebelum Nabi Hijrah ke kota
Madinah, peristiwa ini diabadikan di dalam Al-Qur'an dalam firman Alloh Qs.
Al-Isra : 1 :
سُبْحَانَ
الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ
الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ
السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya
pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidil aqhsa yang telah Kami
berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda
(kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Dalam perjalanan Isra dan Miraj kanjeng Rasul
Saw menemui beraneka ragam kejadian/peristiwa yang luar biasa dimana Nabi
Muhammad Saw pernah singgah di tempat tempat yang bersejarah dan mengandung
hikmah manfaat bagi kita semua, diantaranya yaitu :
A. Beliau pernah melakukan Shalat Sunnah di beberapa
tempat diantaranya :
1. Beliau melakukan shalat sunnah di Madinah yang menjadi
cikal bakal beliau Hijrah ke kota tersebut dan pusat penyebaran agama Islam.
2. Di Madyan tempat hijrah Nabi Musa As
3. Di Bukit Thursina, dimana Nabi Musa As menerima kitab
suci Taurat
4. Di Baitul Lahmi (Betlehem) tempat dilahirkannya Nabi
Isya As
5. Di Mesjid Al-Aqsha Tempat suci ummat Islam yaitu
sebelum Nabi melakukan Mi'raj.
B. Kedua Pada saat perjalanan antara Baitulahmi dengan
Masjidil Aqsha Kanjeng Nabi Muhammad Saw dipertontonkan rupa-rupa Tamtsil
(contoh) akhlaq perilaku manusia yang bagus dan yang buruk. dimulai dengan dicegah dikejar oleh jin
ifrit yang membawa api, namun beliau selamat berkat Do'a yang dituntun oleh
Malaikat Jibril As. Ini menjadi suatu isyarat atau tanda bahwa dimana manusia
akan melakukan suatu kebaikan maka akan diganggu oleh Setan. selanjutnya
gambaran orang yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh Swt seperti seorang
petani yang menanam padi pada suatu hari, pada hari kedua sudah panen lagi.
pada sesudah panen kemudian panen lagi dan tidak pernah terhenti terus memanen
hasil pertanian nya tersebut. Diantaranya bahwa Tamtsil seorang pengusaha riba
digambarkan seperti orang yang berenang di kolam darah yang dilempari oleh
batu, kemudian batu tersebut ditelan oleh orang tersebut.
Sesudahnya Nabi Muhammad Saw melihat Tamtsil beraneka
ragam, kemudian kanjeng Nabi Muhammad Saw tiba di Masjidil Aqsha yang merupakan
Mesjid ketiga termulia yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw :"Tidak
perlu berkunjung (berangkat) ke tempat manapun, kecuali ketiga mesjid yaitu :
Masjidil Haram, Masjidil Kami (Nabawi), dan Masjidil Aqsha." (Al-Hadist)
Hadirin Rahimakumulloh
Dari
uraian diatas dapat kit petik hikmah dan nilai-nilai pelajaran yang luar biasa
dimana kita harus senantiasa menjalankan sunnah rasul, dan menjaga perilaku
dan sikap dalam menjalani kehidupan di dunia ini, karena ingat dunia
hanya sementara dan akhirat akan abadi untuk selamanya. dan perlu bagi kita
mengenal dan melestarikan serta mengunjungi tempat-tempat suci ummat Islam yang
penuh dengan berkah. Demikian Pidato dari saya, mohon maaf atas segala
kekurangan dan kesalahan.
Wassalamualiakum Wr. Wb.