Tuesday, April 26, 2016

Peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي، رَأَيْتُ مُوسَى، وَإِذَا هُوَ رَجُلٌ ضَرْبٌ رَجِلٌ، كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ، وَرَأَيْتُ عِيسَى، فَإِذَا هُوَ رَجُلٌ رَبْعَةٌ أَحْمَرُ، كَأَنَّمَا خَرَجَ مِنْ دِيمَاسٍ، وَأَنَا أَشْبَهُ وَلَدِ إِبْرَاهِيمَ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهِ، ثُمَّ أُتِيتُ بِإِنَاءَيْنِ، فِي أَحَدِهِمَا لَبَنٌ، وَفِي الْآخَرِ خَمْرٌ، فَقَالَ اشْرَبْ أَيَّهُمَا شِئْتَ، فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ فَشَرِبْتُهُ، فَقِيلَ أَخَذْتَ الْفِطْرَةَ، أَمَا إِنَّكَ لَوْ أَخَذْتَ الْخَمْر،َ غَوَتْ أُمَّتُكَ. 

Yang kami hormati dan mudah-mudahan Allah muliakan Pimpinan Pesantren, Ustadz, Ustadzh, Santri dan santriawati serta hadirin sekalian yang saya hormati. Tiada yang lebih pantas untuk disampaikan, kecuali rasa syukur kita ke hadirat Allah SWT atas kemurahan-Nya, hingga saat ini kita semua masih mendapatkan nikmat iman dan Islam. Semoga kedua nikmat terbesar ini dapat kita raih hingga akhir hayat kita. Amin, ya robbal alamin.
Shalawat dan salam semoga tetap atas Rasul Muhammad SAW, manusia tersibuk yang tak pernah meninggalkan kebiasaan shalat berjamaah di masjid. Teriring doa semoga kita selalu dapat meneladaninya. Amin.
 Hadirin yang dirahmati Allah…

Mukjizat yang paling agung kepada Nabi Muhammad setelah Al-quran adalah peristiwa Isra dan Mi'raj, yang terjadi tanggal 27 Rajab bertepatan dengan 19 bulan sebelum Nabi Hijrah ke kota Madinah, peristiwa ini diabadikan di dalam Al-Qur'an dalam firman Alloh Qs. Al-Isra : 1 :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidil aqhsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

 Hadirin yang dirahmati Allah…
Dalam perjalanan Isra dan Miraj kanjeng Rasul Saw  menemui beraneka ragam kejadian/peristiwa yang luar biasa dimana Nabi Muhammad Saw pernah singgah di tempat tempat yang bersejarah dan mengandung hikmah manfaat bagi kita semua, diantaranya yaitu :

A.      Beliau pernah melakukan Shalat Sunnah di beberapa tempat diantaranya :

1.    Beliau melakukan shalat sunnah di Madinah yang menjadi cikal bakal beliau Hijrah ke kota tersebut dan pusat penyebaran agama Islam.
2.    Di Madyan tempat hijrah Nabi Musa  As 
3.    Di Bukit Thursina, dimana Nabi Musa As menerima kitab suci Taurat 
4.    Di Baitul Lahmi (Betlehem) tempat dilahirkannya Nabi Isya As
5.    Di Mesjid Al-Aqsha Tempat suci ummat Islam yaitu sebelum Nabi melakukan Mi'raj.

B.       Kedua Pada saat perjalanan antara Baitulahmi dengan Masjidil Aqsha Kanjeng Nabi Muhammad Saw dipertontonkan rupa-rupa Tamtsil (contoh) akhlaq perilaku manusia yang bagus dan yang buruk. dimulai dengan dicegah dikejar oleh jin ifrit yang membawa api, namun beliau selamat berkat Do'a yang dituntun oleh Malaikat Jibril As. Ini menjadi suatu isyarat atau tanda bahwa dimana manusia akan melakukan suatu kebaikan maka akan diganggu oleh Setan. selanjutnya gambaran orang yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh Swt seperti seorang petani yang menanam padi pada suatu hari, pada hari kedua sudah panen lagi. pada sesudah panen kemudian panen lagi dan tidak pernah terhenti terus memanen hasil pertanian nya tersebut. Diantaranya bahwa Tamtsil seorang pengusaha riba digambarkan seperti orang yang berenang di kolam darah yang dilempari oleh batu, kemudian batu tersebut ditelan oleh orang tersebut.

Sesudahnya Nabi Muhammad Saw melihat Tamtsil beraneka ragam, kemudian kanjeng Nabi Muhammad Saw tiba di Masjidil Aqsha yang merupakan Mesjid ketiga termulia yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw :"Tidak perlu berkunjung (berangkat) ke tempat manapun, kecuali ketiga mesjid yaitu : Masjidil Haram, Masjidil Kami (Nabawi), dan Masjidil Aqsha." (Al-Hadist)

 Hadirin Rahimakumulloh
Dari uraian diatas dapat kit petik hikmah dan nilai-nilai pelajaran yang luar biasa dimana kita harus senantiasa menjalankan sunnah rasul, dan menjaga perilaku dan  sikap dalam menjalani kehidupan di dunia ini, karena ingat dunia hanya sementara dan akhirat akan abadi untuk selamanya. dan perlu bagi kita mengenal dan melestarikan serta mengunjungi tempat-tempat suci ummat Islam yang penuh dengan berkah. Demikian Pidato dari saya, mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.

Wassalamualiakum Wr. Wb.


Isra Mi’raj malam ini adalah: “Dengan peringatan Isra Miraj, jadikan shalat berjamaah di masjid sebagai kebiasaan keluarga.”



Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillahi rabbil a’lamiin. Washolaatu wasalaamu a’la asrofil anbiyaa-i wal mursaliin. Sayyidinaa wamaulana Muhammadin. Wa ‘ala ash-haabi ajmain.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Yang kami hormati dan mudah-mudahan Allah muliakan Pimpinan Pesantren, Ustadz, Ustadzh, Santri dan santriawati serta hadirin sekalian yang saya hormati. Tiada yang lebih pantas untuk disampaikan, kecuali rasa syukur kita ke hadirat Allah SWT atas kemurahan-Nya, hingga saat ini kita semua masih mendapatkan nikmat iman dan Islam. Semoga kedua nikmat terbesar ini dapat kita raih hingga akhir hayat kita. Amin, ya robbal alamin.
Shalawat dan salam semoga tetap atas Rasul Muhammad SAW, manusia tersibuk yang tak pernah meninggalkan kebiasaan shalat berjamaah di masjid. Teriring doa semoga kita selalu dapat meneladaninya. Amin.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Tema yang akan saya sampaikan pada ceramah kali ini adalah Isra Mi’raj malam ini adalah: “Dengan peringatan Isra Miraj, jadikan shalat berjamaah di masjid sebagai kebiasaan keluarga.”
Hadirin yang dirahmati Allah
Sangat ironis memang, apabila ada masjid besar tapi minat jamaahnya kecil. Namun alhamdulillah, Ashabulyamin ini jamaahnya sudah mulai meningkat. Shalat Subuhnya sudah hampir 3 shaf, atau +/- 100 orang. Tapi jumlah ini kurang lebih baru 8% dari yang seharusnya hadir.
Oleh karena itu, kami tidak henti-hentinya menghimbau untuk sama-sama memakmurkan masjid. Baik himbauan melalui DKM, Para alim Ulama, para tokoh masyarakat dll. Semuanya berisi ajakan untuk shalat berjamaah di masjid.
Hadirin yang dirahmati Allah
Yang pasti, keberhasilan pembangunan sebuah masjid itu bukan dinilai dari megahnya bangunan. Tapi dinilai dari jumlah shalat jamaahnya. Bukankah tujuan masjid dibangun adalah untuk shalat berjamaah? Dengan demikian, kami sampaikan bahwa sebenarnya progres pembangunan masjid kita sampai hari ini baru mencapai 8%. Karena jamaah Subuhnya baru 100 orang dari 1200 orang yang seharusnya hadir shalat berjamaah.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Saya ingin membacakan sebuah artikel Islam yang berjudul: “Berapakah Jarak Surga Anda.”
 “Masjidnya jauh Pak…!”, Demikian alasan banyak orang ketika ditanya: “Kok sampeyan tidak shalat berjamaah di masjid, Mas?”. Termasuk anda juga, bukan? Semoga tidak…
Coba ukur baik-baik, berapa meter jarak masjid anda? Kemudian, ukurlah jarak kantor anda dari rumah…
Hadirin yang dirahmati Allah
Ternyata jarak masjid hanya 700 meter (0,7 Km), nggak sampai satu kilo… Sedangkan jarak kantornya di Jakarta sampai 70 Km (100 x lipat!) plus macet, macet dan macet!
Mengapa 0,7 Km dianggap jauh? Padahal yang 70 Km plus MACET, tiap hari OK-OK saja!? Mengapa untuk “Upah yang kecil” kita rela berpayah-payah berusaha menempuh jarak puluhan kilo, tapi untuk “Surga yang agung” yang jaraknya nggak sampai satu kilo, kita enggan mengusahakannya?
Hadirin yang dirahmati Allah
Mari kita simak hadits berikuti ini: “Shalatnya seorang pria berjamaah pahalanya 25 derajat dibanding sendirian di rumah atau di pasar, yang demikian itu karena jika ia berwudhu dengan sempurna kemudian ia keluar rumah dengan satu tujuan shalat berjamaah di masjid, maka setiap langkahnya mengangkat satu derajat dan diampuni satu dosanya, dan selama ia di majelis shalat tanpa hadats didoakan para malaikat, “Ya Allah, ampunilah ia dan rahmatilah ia”, dan dianggap mengerjakan shalat sepanjang menunggu waktu shalat” (HR Bukhari Muslim).
Itulah agungnya fadilah shalat berjamaah di masjid. Pahalanya dilipatgandakan, dapat meningkatkan derajat, mendatangkan ampunan, didoakan para malaikat dan pahala menunggu iqamat.
Bukankah ini semua SANGAT PENTING untuk SELALU kita dapatkan, karena kematian dapat menghampiri kita kapan saja secara tiba-tiba? Ayo shalat berjamaah di masjid! Jarak surga anda amat dekat…  (Sumber artikel : akhmadtefur.com)
* * *
Hadirin yang berbahagia…. Garis bawah untuk artikel ini adalah: Mengapa untuk “Upah yang kecil” kita rela berpayah-payah berusaha menempuh jarak puluhan kilo, tapi untuk “Surga yang agung” yang jaraknya nggak sampai satu kilo (dengan shalat berjamaah di masjid), kita enggan mengusahakannya?

Hadirin yang dirahmati Allah…
Harapan kami semua, sesuai tema ceramah Isra Mi’raj kali ini: “Dengan peringatan Isra Mi’raj, jadikan shalat berjamaah di masjid sebagai kebiasaan keluarga.”
Mohon maaf bila ada kata-kata kami yang kurang berkenan. Terima kasih atas segala perhatian. Billahi taufiq wal hidayah wassalamu alaikum wr wb.
| Kata kunci:http://hendraalhafidz.blogspot.co.id/