Tuesday, April 26, 2016

Peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي، رَأَيْتُ مُوسَى، وَإِذَا هُوَ رَجُلٌ ضَرْبٌ رَجِلٌ، كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ، وَرَأَيْتُ عِيسَى، فَإِذَا هُوَ رَجُلٌ رَبْعَةٌ أَحْمَرُ، كَأَنَّمَا خَرَجَ مِنْ دِيمَاسٍ، وَأَنَا أَشْبَهُ وَلَدِ إِبْرَاهِيمَ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهِ، ثُمَّ أُتِيتُ بِإِنَاءَيْنِ، فِي أَحَدِهِمَا لَبَنٌ، وَفِي الْآخَرِ خَمْرٌ، فَقَالَ اشْرَبْ أَيَّهُمَا شِئْتَ، فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ فَشَرِبْتُهُ، فَقِيلَ أَخَذْتَ الْفِطْرَةَ، أَمَا إِنَّكَ لَوْ أَخَذْتَ الْخَمْر،َ غَوَتْ أُمَّتُكَ. 

Yang kami hormati dan mudah-mudahan Allah muliakan Pimpinan Pesantren, Ustadz, Ustadzh, Santri dan santriawati serta hadirin sekalian yang saya hormati. Tiada yang lebih pantas untuk disampaikan, kecuali rasa syukur kita ke hadirat Allah SWT atas kemurahan-Nya, hingga saat ini kita semua masih mendapatkan nikmat iman dan Islam. Semoga kedua nikmat terbesar ini dapat kita raih hingga akhir hayat kita. Amin, ya robbal alamin.
Shalawat dan salam semoga tetap atas Rasul Muhammad SAW, manusia tersibuk yang tak pernah meninggalkan kebiasaan shalat berjamaah di masjid. Teriring doa semoga kita selalu dapat meneladaninya. Amin.
 Hadirin yang dirahmati Allah…

Mukjizat yang paling agung kepada Nabi Muhammad setelah Al-quran adalah peristiwa Isra dan Mi'raj, yang terjadi tanggal 27 Rajab bertepatan dengan 19 bulan sebelum Nabi Hijrah ke kota Madinah, peristiwa ini diabadikan di dalam Al-Qur'an dalam firman Alloh Qs. Al-Isra : 1 :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidil aqhsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

 Hadirin yang dirahmati Allah…
Dalam perjalanan Isra dan Miraj kanjeng Rasul Saw  menemui beraneka ragam kejadian/peristiwa yang luar biasa dimana Nabi Muhammad Saw pernah singgah di tempat tempat yang bersejarah dan mengandung hikmah manfaat bagi kita semua, diantaranya yaitu :

A.      Beliau pernah melakukan Shalat Sunnah di beberapa tempat diantaranya :

1.    Beliau melakukan shalat sunnah di Madinah yang menjadi cikal bakal beliau Hijrah ke kota tersebut dan pusat penyebaran agama Islam.
2.    Di Madyan tempat hijrah Nabi Musa  As 
3.    Di Bukit Thursina, dimana Nabi Musa As menerima kitab suci Taurat 
4.    Di Baitul Lahmi (Betlehem) tempat dilahirkannya Nabi Isya As
5.    Di Mesjid Al-Aqsha Tempat suci ummat Islam yaitu sebelum Nabi melakukan Mi'raj.

B.       Kedua Pada saat perjalanan antara Baitulahmi dengan Masjidil Aqsha Kanjeng Nabi Muhammad Saw dipertontonkan rupa-rupa Tamtsil (contoh) akhlaq perilaku manusia yang bagus dan yang buruk. dimulai dengan dicegah dikejar oleh jin ifrit yang membawa api, namun beliau selamat berkat Do'a yang dituntun oleh Malaikat Jibril As. Ini menjadi suatu isyarat atau tanda bahwa dimana manusia akan melakukan suatu kebaikan maka akan diganggu oleh Setan. selanjutnya gambaran orang yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh Swt seperti seorang petani yang menanam padi pada suatu hari, pada hari kedua sudah panen lagi. pada sesudah panen kemudian panen lagi dan tidak pernah terhenti terus memanen hasil pertanian nya tersebut. Diantaranya bahwa Tamtsil seorang pengusaha riba digambarkan seperti orang yang berenang di kolam darah yang dilempari oleh batu, kemudian batu tersebut ditelan oleh orang tersebut.

Sesudahnya Nabi Muhammad Saw melihat Tamtsil beraneka ragam, kemudian kanjeng Nabi Muhammad Saw tiba di Masjidil Aqsha yang merupakan Mesjid ketiga termulia yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw :"Tidak perlu berkunjung (berangkat) ke tempat manapun, kecuali ketiga mesjid yaitu : Masjidil Haram, Masjidil Kami (Nabawi), dan Masjidil Aqsha." (Al-Hadist)

 Hadirin Rahimakumulloh
Dari uraian diatas dapat kit petik hikmah dan nilai-nilai pelajaran yang luar biasa dimana kita harus senantiasa menjalankan sunnah rasul, dan menjaga perilaku dan  sikap dalam menjalani kehidupan di dunia ini, karena ingat dunia hanya sementara dan akhirat akan abadi untuk selamanya. dan perlu bagi kita mengenal dan melestarikan serta mengunjungi tempat-tempat suci ummat Islam yang penuh dengan berkah. Demikian Pidato dari saya, mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.

Wassalamualiakum Wr. Wb.


Isra Mi’raj malam ini adalah: “Dengan peringatan Isra Miraj, jadikan shalat berjamaah di masjid sebagai kebiasaan keluarga.”



Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillahi rabbil a’lamiin. Washolaatu wasalaamu a’la asrofil anbiyaa-i wal mursaliin. Sayyidinaa wamaulana Muhammadin. Wa ‘ala ash-haabi ajmain.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Yang kami hormati dan mudah-mudahan Allah muliakan Pimpinan Pesantren, Ustadz, Ustadzh, Santri dan santriawati serta hadirin sekalian yang saya hormati. Tiada yang lebih pantas untuk disampaikan, kecuali rasa syukur kita ke hadirat Allah SWT atas kemurahan-Nya, hingga saat ini kita semua masih mendapatkan nikmat iman dan Islam. Semoga kedua nikmat terbesar ini dapat kita raih hingga akhir hayat kita. Amin, ya robbal alamin.
Shalawat dan salam semoga tetap atas Rasul Muhammad SAW, manusia tersibuk yang tak pernah meninggalkan kebiasaan shalat berjamaah di masjid. Teriring doa semoga kita selalu dapat meneladaninya. Amin.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Tema yang akan saya sampaikan pada ceramah kali ini adalah Isra Mi’raj malam ini adalah: “Dengan peringatan Isra Miraj, jadikan shalat berjamaah di masjid sebagai kebiasaan keluarga.”
Hadirin yang dirahmati Allah
Sangat ironis memang, apabila ada masjid besar tapi minat jamaahnya kecil. Namun alhamdulillah, Ashabulyamin ini jamaahnya sudah mulai meningkat. Shalat Subuhnya sudah hampir 3 shaf, atau +/- 100 orang. Tapi jumlah ini kurang lebih baru 8% dari yang seharusnya hadir.
Oleh karena itu, kami tidak henti-hentinya menghimbau untuk sama-sama memakmurkan masjid. Baik himbauan melalui DKM, Para alim Ulama, para tokoh masyarakat dll. Semuanya berisi ajakan untuk shalat berjamaah di masjid.
Hadirin yang dirahmati Allah
Yang pasti, keberhasilan pembangunan sebuah masjid itu bukan dinilai dari megahnya bangunan. Tapi dinilai dari jumlah shalat jamaahnya. Bukankah tujuan masjid dibangun adalah untuk shalat berjamaah? Dengan demikian, kami sampaikan bahwa sebenarnya progres pembangunan masjid kita sampai hari ini baru mencapai 8%. Karena jamaah Subuhnya baru 100 orang dari 1200 orang yang seharusnya hadir shalat berjamaah.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Saya ingin membacakan sebuah artikel Islam yang berjudul: “Berapakah Jarak Surga Anda.”
 “Masjidnya jauh Pak…!”, Demikian alasan banyak orang ketika ditanya: “Kok sampeyan tidak shalat berjamaah di masjid, Mas?”. Termasuk anda juga, bukan? Semoga tidak…
Coba ukur baik-baik, berapa meter jarak masjid anda? Kemudian, ukurlah jarak kantor anda dari rumah…
Hadirin yang dirahmati Allah
Ternyata jarak masjid hanya 700 meter (0,7 Km), nggak sampai satu kilo… Sedangkan jarak kantornya di Jakarta sampai 70 Km (100 x lipat!) plus macet, macet dan macet!
Mengapa 0,7 Km dianggap jauh? Padahal yang 70 Km plus MACET, tiap hari OK-OK saja!? Mengapa untuk “Upah yang kecil” kita rela berpayah-payah berusaha menempuh jarak puluhan kilo, tapi untuk “Surga yang agung” yang jaraknya nggak sampai satu kilo, kita enggan mengusahakannya?
Hadirin yang dirahmati Allah
Mari kita simak hadits berikuti ini: “Shalatnya seorang pria berjamaah pahalanya 25 derajat dibanding sendirian di rumah atau di pasar, yang demikian itu karena jika ia berwudhu dengan sempurna kemudian ia keluar rumah dengan satu tujuan shalat berjamaah di masjid, maka setiap langkahnya mengangkat satu derajat dan diampuni satu dosanya, dan selama ia di majelis shalat tanpa hadats didoakan para malaikat, “Ya Allah, ampunilah ia dan rahmatilah ia”, dan dianggap mengerjakan shalat sepanjang menunggu waktu shalat” (HR Bukhari Muslim).
Itulah agungnya fadilah shalat berjamaah di masjid. Pahalanya dilipatgandakan, dapat meningkatkan derajat, mendatangkan ampunan, didoakan para malaikat dan pahala menunggu iqamat.
Bukankah ini semua SANGAT PENTING untuk SELALU kita dapatkan, karena kematian dapat menghampiri kita kapan saja secara tiba-tiba? Ayo shalat berjamaah di masjid! Jarak surga anda amat dekat…  (Sumber artikel : akhmadtefur.com)
* * *
Hadirin yang berbahagia…. Garis bawah untuk artikel ini adalah: Mengapa untuk “Upah yang kecil” kita rela berpayah-payah berusaha menempuh jarak puluhan kilo, tapi untuk “Surga yang agung” yang jaraknya nggak sampai satu kilo (dengan shalat berjamaah di masjid), kita enggan mengusahakannya?

Hadirin yang dirahmati Allah…
Harapan kami semua, sesuai tema ceramah Isra Mi’raj kali ini: “Dengan peringatan Isra Mi’raj, jadikan shalat berjamaah di masjid sebagai kebiasaan keluarga.”
Mohon maaf bila ada kata-kata kami yang kurang berkenan. Terima kasih atas segala perhatian. Billahi taufiq wal hidayah wassalamu alaikum wr wb.
| Kata kunci:http://hendraalhafidz.blogspot.co.id/

Thursday, March 31, 2016

Islam Agama Tauhid

     Agama meyakinkan adanya tuhan dengan berbagai alasan yang jelas dan tepat yang tak dapat dibantah dan disanggah.
     Asal makna tauhid adalah keyakinan bahwa Allah itu Esa/tunggal, tak ada sekutu baginya. Maka ke Esaan allah yang dikehendaki Islam ialah Allah itu Esa dalam segala hal, mulai dari tauhid rububiyyah, uluhiyah, dan tauhid asma dan sifat-Nya.
Bukankah kita tahu, tidaklah sah keimanan kita, sehingga terkumpul pada diri kita semua ketiga hal tersebut secara bersamaan, yaitu Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Tauhid Asma dan Sifat?  Maka Tauhid Rububiyyah tidaklah bermanfaat tanpa Tauhid Uluhiyyah, Tauhid Uluhiyyah tidak akan tegak tanpa Tauhid Rububiyyah, dan juga tidaklah bisa benar tauhidullah dalam Rububiyah dan uluhiyyah tanpa Tauhid Asma Wash Sifat.  Sebagaimana Muhammad shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan definisi tauhid dalam istilah syari'at secara umum, yakni :

" Mengesakan  Allah Subhanahu Wata'ala hendaklah dalam tiga perkara yang menjadi kekuasaan-Nya, yaitu rububiyyah, uluhiyyah, dan asma was sifat".

Sebagaimana dari definisi diatas, maka timbulah pertanyaan, apa yang dimaksud dengan tauhid rububiyyah, uluhiyyah, asma wash sifat?

-Tauhid Rububiyyah ialah "mengesakan Allah SWT. dalam perbuatan-Nya".
Maksudnya yaitu meyakini hanya Allahlah yang bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang menjadi     kekuasaan-Nya, seperti menciptakan makhluk,mengaturnya,memberi rizki, dan lain sebagainya yang menjadi kekuasaan Allah SWT.

- Tauhid Uluhiyyah ialah "mengesakan Allah dalam beribadah kepada-Nya".
Maksudnya aladalah bahwa kita harus meyakini bahwa kita beribadah hanyalah kepada Allah SWT. bukan kepada yang lain, baik ibadah lahiriyah maupun batiniyah. Sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-fatihah yang artinya " Hanya kepada Allahlah kami beribadah dan hanya kepada allahlah kami mohon pertolongan".

- Tauhid asma' wash sifat ialah " Menyakini, mengesakan Allah dengan nama dan sifat-Nya" yakni dalam nama-nama-Nya yang indah serta sifat-sifat-Nya yang paling mulia dan lagi tinggi yang bersumber dari Al-quran dan sunnah rosulullah SAW.


Adapun hubungan antara Tauhid rububiyyah dan Uluhiyyah yakni :
- "Mengesakan Allah dengan tauhid rububiyyah-Nya yakni meyakini seluruh perbuatan-Nya, maka kita mengharuskan mempertuhankan-nya dalam beribadah, mengesakan, dan mentauhidkan-nya dalam segala bentuk peribadahan.
-" Mengesakan Allah dalam uluhiyyah-Nya mengandung pengesaan-Nya dalam rububiyyah-Nya". yakni setiap orang yang meyakini Allah dalam peribadahan dan tidak melakukan kesyirikan, maka pastilah ada keyakinan dalam hatinya bahwa Allahlah satu-satunya Dzat yang menciptakan, mengatur-Nya, meyakini bahwa Dialah Allah satu-satu-Nya yang berhak disembah.

Adapun hubungan Tauhid Asma Was Sifat dengan kedua Tauhid diatas yakni:
"Mengesakan Allah dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya mencakup kedua macam tauhid yang lainnya".
Dalam nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya ada yang menunjukan uluhiyyah-Nya, seperti Allah Al-Ghafur, at-Tawwab, dan ada pula yang menunjukan rububiyyah allah, seperti Al-Kholiq. Ar-Rozaq, dan lain sebagainya.

      Maka dari itu semua, pada dasarnya semua manusia mengakui adanya tuhan, tuhan yang menciptakan langit, bumi dan se isinya, bahwa tuhan yang menghidupkan dan yang mematikan,dan lain-lainnya. Sebagaimana ketika dalam alam ruh, Allah SWT. bertanya kepada semua ruh manusia yakni " Apakah benar aku ini adalah tuhan kalian? Maka, mereka semua menjawab " benar kami menyaksikan bahwa engkau adalah tuhan kami semuanya". Lalu kenapa setelah terlahir kedunia menjadi bermacam-macam, ada yang Islam, Kristen, yahudi, nasroni, dan lainnya? Maka Rosulullah SAW. bersabda " semua bayi yang lahir itu adalah suci, lalu kedua orang tunyalah yang menjadikan mereka kristen, menjadikan mereka yahudi maupun nasrani". Maka tidak sedikitlah setelah lahir banyak yang menjadi kafir, tapi ada pula yang terlahir dari keluarga kafir tapi ketika dewasanya menjadi muslim. Kenapa bisa begitu? Jawabannya sebab Allah SWT. sudah mebekali setiap manusia dengan akal fikiran yang menjadi pembeda anatara manusia dengan makhluk allah yang lainnya, yang diaman akal ini bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil.
       Walaupun demikian sebagian dari mereka mendasarkan pengakuannya pada penglihatan lahir dan sebagian mereka menggunakan mendasarakan dari sebatas pengakuannya saja. Oleh karena itu, maka terjadilah perselisihan dan perbedaan pendapatnya mengenai tuhan yang menjadi sembahannya, dari sebagian manusia ada yang bertuhankan matahari, Api, Air, dan benda-benda lainnya seperti Patung-patung yang mereka jadikan tuhan, padahal kalau difikir secara akal saja, mana mungkin benda-benda seperti itu yang menciptakan kita, yang memberi rizqi kita, yang menghidupkan dan mematikan kita. Jelaslah semua benda itu diciptakan, dan ada yang mengaturnya. Maka tidak patutlah kita mempertuhankannya, sebab yang patut kita sembah hanyalah allah SWT. yang sudah menciptakan semua makhluq dan memeliharanya.
        Allah SWT. mengutus Nabi Muhammad SAW. yang membawa Islam kemuka bumi dengan diberi wahyu Al-quran untuk disampaikan kepada semua manusia, yang dimana al-quran ini akan menjadikan petunjuk, pedoman hidup manusia. Al-quran memerintahkan untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah.
       Tauhid adalah jiwa agama, sendi yang paling utama dan besar dalam agama, bahkan tauhid adlah pokok yang utama dari Islam. Allah SWT. berfirman dalam Surat Al-baqoroh ayat 255, yakni:


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (QS.Al-Baqoroh:255).

Jadi, tauhid adalah urat tunggal dari  berbagai macam ibadah dan muamalah dan syiar tauhid adlah kalimat syahadataen, dialah pokok dari sendi Islam.
 Wallohu  a'lam bishowab.

Tuesday, February 23, 2016

Kewajiban Mencari Ilmu dan Manfaat Ilmu



Sebaimana Sabda Rosulullah SAW. " Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim". Dalam hadist lain Rosulullah SAW. bersabda " Carilah ilmu walaupun sampai ke Negri China". dan dalam hadist yang lain Rosulullah SAW. bersabda "mencari ilmu itu wajib dari mulai lahir sampai masuk liang lahat".  Kita harus menguatkan tekad untuk terus mencari ilmu dan pengetahuan.Selain kita bias mencari ilmu dan pengetahuan di rumah, pesantren, sekolah atau tempat mencari ilmu lainnya, kita juga bias menemukanbanyak kiat-kiat belajar atau motivasi belajar yang bias kita jumpai di berbagai media massa, baik media cetak, media elektronik maupun media internet .
Tanpa ilmu dan  pengetahuan kita tidak akan mengetahui siapa diri kita, siapa Allah ‘Azzawa Jalla, dan jalan untuk pulang kepada Allah Sang Khalik. Makin sedikit pengetahuan, makin pahit hidup ini karena tak banyak masalah yang bias  diselesaikan. Oleh karena itu jikalau kita ingin sukses ingatlah janji Allah ‘Allah ‘Azzawa Jalla :
“… .. Niscaya Allah akanmeninggikan orang-orang yang beriman di antaramudan orang-orang yang diberiilmupengetahuanbeberapaderajat.” (QS Al Mujadilah : 11)
Juga sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwaSallam :
“Barang siapa yang menginginkan  dunia, makawajiblah baginya dengan ilmu.Barang siapa yang menginginkan akhirat, makawajib baginya untuk mencari ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan dunia dan akhirat, maka wajib baginya untuk mencari ilmu.”
Kita tahu bahwa segala sesuatu dalam hidup ini selalu  berubah.Umur bertambah tua, tubuh bertambah lemah, kebutuhan bertambah banyak, hingga masalah dan potensi konflik pun bertambah. Bagaimana mungkin kita menyikapi segala sesuatu yang selalu bertambah tanpa ilmu yang bertambah pula. Mari kita terus menerus meng-up-grade diri dan memperbaiki diri. Kalau ilmu kita luas, maka akan seperti orang yang berada di puncak gunung, dia akan bias melihat pemandangan di bawahnya lebih luas. Begitupun, orang yang luas ilmunya, ia akan lebih arif danbijak dalam meliha tkehidupan. Sebab dalam keterangan ciri orang yang berilmu kata Allah SWT. "barang siapa yang semakin bertambah ilmunya maka dia akan semakin takut sama Allah". Atau seperti kapal selam di lautan yang dalam, walau dari sana sini air menekan, dia tak pernah kandas tenggelam. Begitupun, orang yang mengerti arti kehidupan dapat menyelami kehidupan ini dengan tenang, tidak panik. Sebaliknya, orang yang sedikit ilmunya seperti perahu di permukaan laut yang selalu terombang ambing ombak. Orang yang tidak berilmu tak bias menyelami arti hidup, dalam kesenangan membabibuta, dalam kesedihan terpuruk dan putu sasa.
Ciri-ciri orang yang kurang ilmu adalah hilangnya kearifan, misalnya menyelesaikan masalah dengan mengandalkan kekuatan otot atau amarah. Kalau semuanya berubah, tetap iilmu kita tak berubah dan bertambah, maka seringkali yang bertambah adalah peningkatan emosi dan tensi. Dan Rosul bersabda " Barang siapa yang semakin bertambah ilmunya tapi tidak semakin bertambah petunjuknya, maka dia tidak akan dekat kepada Allah SWT. kecuali jauh dari Allah SWT.
Betapa sering kita melihat orang-orang yang terpuruk karena kurang ilmunya. Walau dia mempunyai kedudukan, tetapi jika kemampuannya tidak sesuai dengan amanahnya,  maka ia akan menjadi hina justru oleh kedudukannya itu.  Jika kita ingin mempunyai masa depan yang baik, maka kita harus mencintai belajar, setiap waktu harus sekuat tenaga menambah ilmu. Jadikan belajar sebagai program harian kita. Setiap hari harus mencari buku-buku untuk dibaca. Kalau melihat televisi, lihatlah program yang bias menjadi ilmu. Kalau mempunyai uang lebih, ikutilah kursus yang bias menambah ilmu, wawasan, dan pengalaman. Kemudian, berkumpullah dengan orang-orang yang mencintai ilmu.
Tekadkan dalam hati, wujudkan dengan langkah nyata dan konsisten dengan komitmen ini “Setiap hari saya harus mencari ilmu. Setiap hari saya harus bertambah ilmu. Setiap hari saya harus terus memahami ilmu. Saya harus meluangkan waktu untuk mencari ilmu. Saya harus membebaskan diri saya dari belenggu kebodohan dengan mendapatkan ilmu. Saya harus mengamalkan ilmu agar menjadi ilmu yang bermanfaat.” Kalau kita berilmu, dunia akan dating kepada kita. Firman Allah ‘Azzawa Jalla dalam haditsQudsi :
“Hai dunia, layani orang yang hidupnya digunakan untuk mengabdi kepada-Ku dan perbudak orang-orang yang hidupnya hanya sibuk mencari dunia.”
Semoga uraian singkat ini dapat memotivasi sahabat-sahabat semuanya untuk senantiasa mencari ilmu demi kebaikan dan keutamaa nhidup, baik kehidupan di dunia terlebih kehidupan di akhirat kelak nanti…Aamiin.