Thursday, March 31, 2016

Islam Agama Tauhid

     Agama meyakinkan adanya tuhan dengan berbagai alasan yang jelas dan tepat yang tak dapat dibantah dan disanggah.
     Asal makna tauhid adalah keyakinan bahwa Allah itu Esa/tunggal, tak ada sekutu baginya. Maka ke Esaan allah yang dikehendaki Islam ialah Allah itu Esa dalam segala hal, mulai dari tauhid rububiyyah, uluhiyah, dan tauhid asma dan sifat-Nya.
Bukankah kita tahu, tidaklah sah keimanan kita, sehingga terkumpul pada diri kita semua ketiga hal tersebut secara bersamaan, yaitu Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Tauhid Asma dan Sifat?  Maka Tauhid Rububiyyah tidaklah bermanfaat tanpa Tauhid Uluhiyyah, Tauhid Uluhiyyah tidak akan tegak tanpa Tauhid Rububiyyah, dan juga tidaklah bisa benar tauhidullah dalam Rububiyah dan uluhiyyah tanpa Tauhid Asma Wash Sifat.  Sebagaimana Muhammad shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan definisi tauhid dalam istilah syari'at secara umum, yakni :

" Mengesakan  Allah Subhanahu Wata'ala hendaklah dalam tiga perkara yang menjadi kekuasaan-Nya, yaitu rububiyyah, uluhiyyah, dan asma was sifat".

Sebagaimana dari definisi diatas, maka timbulah pertanyaan, apa yang dimaksud dengan tauhid rububiyyah, uluhiyyah, asma wash sifat?

-Tauhid Rububiyyah ialah "mengesakan Allah SWT. dalam perbuatan-Nya".
Maksudnya yaitu meyakini hanya Allahlah yang bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang menjadi     kekuasaan-Nya, seperti menciptakan makhluk,mengaturnya,memberi rizki, dan lain sebagainya yang menjadi kekuasaan Allah SWT.

- Tauhid Uluhiyyah ialah "mengesakan Allah dalam beribadah kepada-Nya".
Maksudnya aladalah bahwa kita harus meyakini bahwa kita beribadah hanyalah kepada Allah SWT. bukan kepada yang lain, baik ibadah lahiriyah maupun batiniyah. Sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-fatihah yang artinya " Hanya kepada Allahlah kami beribadah dan hanya kepada allahlah kami mohon pertolongan".

- Tauhid asma' wash sifat ialah " Menyakini, mengesakan Allah dengan nama dan sifat-Nya" yakni dalam nama-nama-Nya yang indah serta sifat-sifat-Nya yang paling mulia dan lagi tinggi yang bersumber dari Al-quran dan sunnah rosulullah SAW.


Adapun hubungan antara Tauhid rububiyyah dan Uluhiyyah yakni :
- "Mengesakan Allah dengan tauhid rububiyyah-Nya yakni meyakini seluruh perbuatan-Nya, maka kita mengharuskan mempertuhankan-nya dalam beribadah, mengesakan, dan mentauhidkan-nya dalam segala bentuk peribadahan.
-" Mengesakan Allah dalam uluhiyyah-Nya mengandung pengesaan-Nya dalam rububiyyah-Nya". yakni setiap orang yang meyakini Allah dalam peribadahan dan tidak melakukan kesyirikan, maka pastilah ada keyakinan dalam hatinya bahwa Allahlah satu-satunya Dzat yang menciptakan, mengatur-Nya, meyakini bahwa Dialah Allah satu-satu-Nya yang berhak disembah.

Adapun hubungan Tauhid Asma Was Sifat dengan kedua Tauhid diatas yakni:
"Mengesakan Allah dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya mencakup kedua macam tauhid yang lainnya".
Dalam nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya ada yang menunjukan uluhiyyah-Nya, seperti Allah Al-Ghafur, at-Tawwab, dan ada pula yang menunjukan rububiyyah allah, seperti Al-Kholiq. Ar-Rozaq, dan lain sebagainya.

      Maka dari itu semua, pada dasarnya semua manusia mengakui adanya tuhan, tuhan yang menciptakan langit, bumi dan se isinya, bahwa tuhan yang menghidupkan dan yang mematikan,dan lain-lainnya. Sebagaimana ketika dalam alam ruh, Allah SWT. bertanya kepada semua ruh manusia yakni " Apakah benar aku ini adalah tuhan kalian? Maka, mereka semua menjawab " benar kami menyaksikan bahwa engkau adalah tuhan kami semuanya". Lalu kenapa setelah terlahir kedunia menjadi bermacam-macam, ada yang Islam, Kristen, yahudi, nasroni, dan lainnya? Maka Rosulullah SAW. bersabda " semua bayi yang lahir itu adalah suci, lalu kedua orang tunyalah yang menjadikan mereka kristen, menjadikan mereka yahudi maupun nasrani". Maka tidak sedikitlah setelah lahir banyak yang menjadi kafir, tapi ada pula yang terlahir dari keluarga kafir tapi ketika dewasanya menjadi muslim. Kenapa bisa begitu? Jawabannya sebab Allah SWT. sudah mebekali setiap manusia dengan akal fikiran yang menjadi pembeda anatara manusia dengan makhluk allah yang lainnya, yang diaman akal ini bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil.
       Walaupun demikian sebagian dari mereka mendasarkan pengakuannya pada penglihatan lahir dan sebagian mereka menggunakan mendasarakan dari sebatas pengakuannya saja. Oleh karena itu, maka terjadilah perselisihan dan perbedaan pendapatnya mengenai tuhan yang menjadi sembahannya, dari sebagian manusia ada yang bertuhankan matahari, Api, Air, dan benda-benda lainnya seperti Patung-patung yang mereka jadikan tuhan, padahal kalau difikir secara akal saja, mana mungkin benda-benda seperti itu yang menciptakan kita, yang memberi rizqi kita, yang menghidupkan dan mematikan kita. Jelaslah semua benda itu diciptakan, dan ada yang mengaturnya. Maka tidak patutlah kita mempertuhankannya, sebab yang patut kita sembah hanyalah allah SWT. yang sudah menciptakan semua makhluq dan memeliharanya.
        Allah SWT. mengutus Nabi Muhammad SAW. yang membawa Islam kemuka bumi dengan diberi wahyu Al-quran untuk disampaikan kepada semua manusia, yang dimana al-quran ini akan menjadikan petunjuk, pedoman hidup manusia. Al-quran memerintahkan untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah.
       Tauhid adalah jiwa agama, sendi yang paling utama dan besar dalam agama, bahkan tauhid adlah pokok yang utama dari Islam. Allah SWT. berfirman dalam Surat Al-baqoroh ayat 255, yakni:


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (QS.Al-Baqoroh:255).

Jadi, tauhid adalah urat tunggal dari  berbagai macam ibadah dan muamalah dan syiar tauhid adlah kalimat syahadataen, dialah pokok dari sendi Islam.
 Wallohu  a'lam bishowab.

No comments:

Post a Comment