Bismilahirroh Manirrohiim.
Kehidupan yang semakin modern, kehidupanpun berubah
drastis dari kehidupan zaman jahiliyah sampai kehidupan yang terang benderang
yaitu peradaban Islam yang dipelopori oleh panglima besar Islam Nabi Muhammad
SAW. yang diutus oleh Allah SWT. untuk menyampaikan risalah-Nya. Namun dengan
seiringnya waktu kehidupan zaman jahiliyahpun telah nampak muncul kembali
dikalangan masyarakat umum, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Maka apabila
kehidupan semua masyarakat umum sudah seperti zaman jahiliyah kembali, dimana gaya
hidup masyarakat yang suka berhura-hura hanya
untuk kesenangan dunia semata. Jika
sudah seperti itu, makasangat sulit bahkan hampir mustahil untuk bisa
merubahnya kembali, kecuali dengan ilmu dan pertolongan-Nya.
Berbicara tentang perubahan kehidupan masyarakat dari zaman jahiliyah ke kehidupan masyarakat yang Islami lalu kembali lagi
ke kehidupan masyarakat jahiliyah, tidak
jauh berbeda dengan keadaan masyarakat Indonesia khususnya ummat Islam
Indonesia dewasa ini.
Bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang mayoritas penduduknya
beragama Islam terbesar di dunia, hampir mencapai 80-85%, tapi kondisi umat
Islam di Indonesia tertinggal oleh masyarakat non Islam yang predikatnya minoritas,
baik tertinggal dari sisi politik, ekonomi, agama, pendidikan, kehidupan sosial, dan dari sisi berpikirpun masih tertinggal oleh
kalangan minoritas, mengapa demikian? Karena umat Islam tidak lagi mengunakan
pedoman hidup yaitu al-qur’an dan sunah rosul
yang mengajarkan bagaimana cara berpolotik, bersosial, berekonomi, cara
berpendidikan, dan cara berpikir. Padahal yang seharusnya lebih maju dan lebih
berkembang itu adalah umat Islam.
Berdasarkan permasalahan tersebut yang semakin terpuruk kehidupan umat Islam, yang
seharusnya berilmu pengetahuan, makmur, adil, dan beradab malah menjadi
sebaliknya yang berkehidupan tidak adil dan biadab. Oleh karena itu, saya
selalu bertekad setiap hari untuk terus selalu menuntut ilmu kapanpun dan
dimanapun saya berada, saya harus selalu menuntut ilmu, ilmu apaun karena pada
hakikatnya ilmu itu berasal dari Allah SWT. saya bertekad untuk menghilangkan
kebodohan diri saya pribadi, lingkungan keluarga dan masyarakat umum dengan
terus menuntut ilmu dan mengamalkannya sehingga ilmu yang saya dapatkan menjadi
bermanfaat, baik bagi saya, keluarga, masyarakat dan bagi agama.
Saya dengan tekad untuk menuntut ilmu demi
menghilangkan kebodohan diri saya, keluarga bahkan masyarakat, maka berbagai
usahapun saya lakukan untukmencari ilmu, saya menuntut ilmu mulai dari ketika
berada dalam asunhan sang ibu sampai ke pendidikan tingkat sekolah dasar, terus
sekolah menengah pertama, dan kemudian sampai saat ini saya duduk di bangku
sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan dan pondok pesantren saya
lakukan dengan berbagai halangan dan rintangan saya terus hadapi dengan penuh
pengorbanan serta sabar dan ikhlas semata untuk mencari rido-Nya Allah.
Jadi inti dari semua itu adalah pertama, bahwa semua
mahluk yang hidup itu pasti akan memiliki permasalahan, baik permasalahan
bersifat pribadi maupun kelompok yang pada hakikatnya semua permasalah itu
merupakan ujian bagi umat Islam dan suatu azab bagi orang
kafir. Oleh karena itu, maka dalam kehidupan sehari-hari kita mesti selalu
menggunakan petunjuk Allah dan rosul agar kita bisa selamat dunia dan akhirat.
Kedua, dengan menggunakan pedoman hidup al-qur’an dan sunah, maka kita harus
senantiasa menuntut ilmu dimanapun dan kapanpun, karena mencari ilmu itu tidak
ada batasnya. Ketiga, kita dalam mencari ilmu harus selalu dilandasi dengan
niat untuk saling menolong dalam kebaikan dengan niat Lilahi Ta’ala.
No comments:
Post a Comment